Sebagai kawasan mahasiswa, kehidupan di Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan sekitarnya (Kecamatan Pauh Kota Padang) memiliki ritmis-nya sendiri. Tidak terpisahkan dengan Padang Kota, namun di sela repetisi rutinitas, hingar bingar Padang bisa sejenak terlupakan.
Berdiri kokoh pada ketinggian 200 meter mdpl di Bukit Karamuntiang membuat Kampus Universitas Andalas mengalami mikroklimat—di mana wilayah ini mengalami cuaca lokal yang khas. Konon katanya ini sebab udara lembap yang bertiup dari Samudra Hindia bergerak melewati Kota Padang dan menabrak dinding pegunungan Bukit Barisan yang berdiri tegak di belakang Kampus Unand yang kemudian menjadi anomali cuaca. Di saat kampus diterpa hujan deras, di sudut lain, Kota Padang panas berdengkang.
***
Daripada bercerita sejarah, tulisan ini adalah sebuah memoar tentang kawasan atau wilayah. Wilayah yang tumbuh dengan denyut nadi aktivitas mahasiswa. Kos-kosan tumbuh berdempetan horizontal dan menjulang vertikal. Sisa luasan tanah menjadi gang-gang sempit layaknya kota besar karena setiap jengkal tanah adalah komoditas.
Aktivitas perdagangan bergerak secara mandiri. Sebab, keberadaan mahasiswa menciptakan peluang pasar yang besar. Dengan rataan 25.000-28.000–mahasiswa Universitas Andalas berkehidupan di kawasan ini. Sejak kampus Universitas Andalas pindah ke Limau Manih, sepanjang jalan Moh. Hatta aktivitas kehidupan sosial dan ekonomi bergerak dengan caranya sendiri.
Di sini, aktivitas ekonomi tidak perlu menunggu TNI membangun koperasi desa merah putih. Warung harian, toko kelontong, grosir, toko ritel tumbuh silih berganti sesuai peruntungannya masing-masing. Juragan kos-kosan kecil hingga pemodal besar yang secara tidak langsung menampilkan kesenjangan kelas para mahasiswa rantau. Sebagai komoditas, memang keberadaan mereka ini menjadi penentu jalan hidup di kawasan Pasar Baru.
Di Pasar Baru setahun adalah 8 bulan. Kalender di sini mengikuti jadwal perkuliahan dan libur mahasiswa. Saat musim libur bahkan kawasan ini menjadi kota mati menyisakan warga lokal, pemuda setempat, dan toko-toko yang sepi dan bertahan. Musim dingin yang panjang terjadi saat pandemi COVID-19. Ketika mahasiswa dipaksa kuliah secara daring dari rumah. Kurang lebih dua tahun. Banyak yang berubah, dan hal-hal terjadi.
Wabah COVID-19 mengubah sebagian besar wajah kawasan ini. Pertigaan/simpang Pasar Baru telah dibatasi dengan separator jalan. Bus kampus Universitas Andalas yang menjadi fasilitas transportasi gratis dari dan menuju kawasan Kampus-Pasar Baru bagi semua orang (tidak hanya mahasiswa) telah berhenti beroperasi. Sejak tahun 2022 juga, Bus Transpadang memulai trayek Unand-Pasar Raya.
Perubahan-perubahan tersebut memang membawa tujuan positif. Namun tanpa sadar secara perlahan ini mengubah ingatan masa depan siapa saja yang kelak akan mengadu nasibnya di kawasan Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan sekitarnya serta mengakhiri wajah kawasan yang telah menjadi memori kolektif generasi lampau.
Hilangnya Halte Bus Kampus Pasar Baru
Sejak Bus Kampus tidak lagi beroperasi, keberadaan Halte Bus Kampus Pasar Baru menjadi tidak jelas. Meskipun sejak lama secara visual halte tersebut tidak karuan rupanya untuk sebuah fasilitas publik yang tepat berada di depan Sendik BRI, tetapi keberadaannya hidup.
Bagi sebagian besar mahasiswa, Halte Bus Kampus Pasar Baru merupakan titik awal kehidupan kampus. Zona pencarian kos-kosan bagi para mahasiswa baru memperhitungkan radius jarak antara kosan dengan Halte Bus Kampus. Terutama bagi perantauan yang ingin menjelaskan jarak kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus menghitung angka kebutuhan hidup kepada keluarga di kampung. Halte Bus Kampus Pasar Baru merupakan titik imajiner, penanda kuat sekaligus paling mudah sebagai penjelasan, sebelum peta elektronik seperti google maps lazim digunakan.
Sekitar pukul 06.30 – 07.30 setiap hari kuliah, Halte Bus Kampus tumpah-ruah dengan mahasiswa yang menunggu kesempatan menaiki bus menuju kampus. Bagi yang pernah menjalani rutinitas ini, desak-desakan menaiki dan bergelantungan di dalam Bus Kampus mungkin menjadi arena dan kesempatan latihan fisik dan mental untuk menghadapi kerasnya realita pasca menjadi sarjana. Bagi kami di Universitas Andalas dan juga Politeknik Negeri Padang, Bus Kampus pagi adalah “KRL-nya” mahasiswa.
Sebelum kendaraan pribadi lebih banyak digunakan dan ojek online mudah didapatkan. Bus Kampus adalah moda transportasi utama bagi mahasiswa. Sebab biaya bus kampus sudah dibayar sekaligus bersamaan dengan SPP sebesar Rp 200 ribu. Di samping angkot hijau atau angkot lurus serta bus kota yang hidup pada masanya.
Belum lama, Halte Bus Kampus Pasar Baru sekarang telah rata dengan trotoar. Entah akan ada bangunan baru di atasnya atau sengaja dikosongkan. Sampai detik ini tanah kosong bekas halte tersebut sorenya di isi pedagang tenda kaki lima. Menjadikan suasana bulan ramadan di sekitar Halte Bus Kampus Pasar Baru yang penuh dengan jejeran tenda makanan atau takjil, hadir setiap sorenya. Haltenya mungkin telah hilang, tapi bagi yang langkah hidupnya pernah dimulai dari sana, keberadaan Halte Bus Kampus Pasar Baru pasti tetap hidup dalam ingatan.
Garis Imajiner Bernama Polsek Pauh
Baru-baru ini, nasib Polsek Pauh pun juga bernasib sama dengan Halte Bus Kampus Pasar Baru, rata dengan tanah dan telah berpagar seng. Bangunan Polsek Pauh sudah diruntuhkan rata dengan tanah. Entah untuk sementara karena akan dibangun ulang atau selamanya.
Sebagaimana Halte Bus Kampus yang merupakan titik imajiner, Polsek Pauh merupakan garis imajiner penanda jauh dan dekat. Baik bagi warga Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan sekitar yang hendak melihat perjalan ke bawah (arah pusat kota), maupun bagi warga yang berada di bawah (dari pusat kota) yang hendak menuju arah Universitas Andalas.
Selain garis imajiner, Polsek Pauh juga menjadi penanda arena “kucing-kucingan” antara polisi yang menjalankan tugas razia lalu lintas dengan pengendara. Polsek Pauh juga menjadi kotak pandora tentang harapan sekaligus kekecewaan. Pengaduan kehilangan handphone, laptop hingga kendaraan bermotor yang mungkin tidak terjawab sampai hari ini. Bangunan yang sejatinya sama sekali tidak menarik secara bentuk tapi selalu bikin was-was kala berkendara di depannya.
Teman Ingatan, Musuh Kemajuan
Bagi yang pernah merasakan hidup di kawasan Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan sekitarnya, terdapat landmark (markah) yang secara sadar atau tidak dianggap biasa saja atau tidak menarik sebagai pengisi ruang wilayah pada umumnya. Akan tetapi, memberikan makna besar dalam menentukan aktivitas dan pembacaan atas ruang hidup masyarakat atau penduduk kawasan Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan sekitarnya tersebut.
Landmark adalah teman ingatan. Melihat atau mengingatnya bisa saja membuka semua ingatan tentang peristiwa dan pengalaman. Di sisi lain, landmark sederhana seperti Halte Bus Kampus dan Polsek Pauh harus berhadapan dengan kemajuan bernama pembangunan. Padahal Pasar Baru, Irigasi, Kapalo Koto dan kawasan sekitarnya pernah tangguh untuk bertahan menghadapi galodo Tahun 2011 dan 2012, walau pada akhirnya babak belur oleh bencana hidrometeorologi Tahun 2025 lalu.
Sejauh apapun kemudian Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan kawasan sekitarnya berubah oleh pembangunan dan zaman, akan tetapi kenangannya tetap menyala dalam kesadaran siapa saja yang pernah hidup di sana. Sebab pada masanya, Pasar Baru, Kapalo Koto, Irigasi dan kawasan sekitarnya adalah sebuah cerita tentang harapan, mimpi, perjuangan akan masa depan, air mata kesulitan dalam kamar kos yang sunyi dan persaudaraan. Tempat di mana pertemanan diuji oleh Ibuk kos yang rewel soal jam malam. Dan cinta yang tak boleh kalah oleh ganasnya pemuda irigasi.
Walaupun begitu, Pasar Baru dan sekitarnya tetaplah Pasar Baru. Denyut jantung lain di antara jantung utama Kota Padang. Setidaknya Kosan Cemara masih berdiri sebagai simbol kesejahteraan, Dova PS, Nasi One Nan Lamo dan Bakso Mas Yono masih berdiri sebagaimana dahulunya. Fotokopi Rini masih berdiri gagah di seberang Halte Bus Kampus (lama) Pasar Baru. Praktik Bidan Ani yang menjadi pertolongan pertama kesehatan mahasiswa pada masanya telah bertumbuh Klinik Ani.(*)
Editor Luthfi Saputra
Gambar rizqunkarim.wordpress.com